Kritik (5)

Ust. Muslihun

Kritik ternyata bukan hanya datang dari LUAR diri kita. Kritik terhadap diri boleh juga datangnya dari DALAM diri sendiri. Bahkan, ini salah satu cara yang sangat digalakkan untuk memperbaiki diri.

Jika ada masalah, nature manusia akan berkeluh kesah, mencari scape goat, siapa yang bisa dipersalahkannya. Padahal, tindakan ini sama sekali tidak menyelesaikan masalah.

Maka, di samping minta nasihat orang, kritik dari diri sendiri perlu dibiasakan.

Mungkin ketika kritik datang dari orang lain, kita merasa bahwa orang itu tidak suka dengan kita, maka hal ini tidak akan terjadi lagi sebab kritik datang dari dalam diri sendiri.

Apabila kita sudah dapatkan jawaban dari self-critics ini, maka lebih mudah untuk memperbaiki diri.

Muhasabah berarti menilai diri secara jujur bagaimana bersikap dalam hidup. Ini adalah perkara yang sangat baik, sebab fadilahnya ternyata bukan hanya sebatas kebaikan urusan duniawi, bahkan ianya melampaui urusan ukhrawi.

“Orang yang cerdas adalah orang yang dapat menilai dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematiannya. Orang yang lemah adalah orang yang selalu memperturutkan hawa nafsu dan panjang angan-angan kepada Allah (tanpa beramal),” demikian pesan Nabi kita dalam riwayat At-Tirmizi.

Mari biasakan menilai diri, sebelum menilai atau mempersalahkan orang lain.

Semoga bermanfaat.


Muslihun,
6/4/2020.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s