
Batu Caves, Selangor—Pada 26 Mei 2026 Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia sukses menggelar pengajian spesial bertajuk “Falsafah Pengorbanan Nabi Ibrahim & Ismail” di Rumah HAMKA Malaysia.
Acara ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Saidul Amin, M.A. (Rektor UMRI & VC UMAM), serta dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kuala Lumpur, Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra.
Dalam ceramahnya, Dr. Saidul Amin membedah makna kurban melalui konsep “Trilogi Peradaban” sebagai kunci kejayaan bangsa dan organisasi. Beliau menjelaskan tiga pilar utama.
Pertama, sosok Ibrahim (pemimpin): memiliki integritas antara ucapan dan perbuatan serta rela berkorban demi rakyat. Kedua, sosok Ismail (rakyat/anggota): generasi cerdas (as-sa’ya) yang memiliki kepatuhan total kepada pemimpin di jalan Allah. Ketiga, sosok Siti Hajar (perempuan): imadul bilad (tiang negara) yang menjadi sistem pendukung ikhlas dan jujur.
“Jika ingin memiliki generasi seperti Ismail, maka orang tua harus menjadi seperti Ibrahim dan Siti Hajar. Karakter anak adalah cerminan didikan orang tuanya,” tegas Dr. Saidul Amin.

Dukungan KBRI terhadap Pendidikan Karakter
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Muhammadiyah di Malaysia.
Beliau menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam mencerdaskan anak bangsa. Menurutnya, nilai pengorbanan dan pendidikan karakter yang dibahas dalam kajian ini merupakan mitra strategis dalam penguatan pendidikan dan kebudayaan bagi warga negara Indonesia di Malaysia.
Sementara itu ketua PCIM Malaysia, H. Fauzi Fatkhur dalam sambutannya memaparkan beberapa pencapaian dan rencana organisasi kedepan.
Pertama, kepemilikan sekretariat: pembelian rumah sekretariat PCIM (Rumah HAMKA) atas dukungan penuh PP Muhammadiyah. Kedua, sinergi UMAM: peran Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) dalam mempercepat kaderisasi dan perluasan ranting hingga ke Perlis.
Ketiga, kemandirian ekonomi: pengembangan PT Suryamu (Suryamu Sdn. Bhd.) yang merambah sektor renovasi, travel, dan pendidikan. Keempat, prioritas masa depan: pembentukan task force untuk pendirian Sekolah Muhammadiyah di Malaysia sebagai proyek utama ke depan.

Acara yang berlangsung dari pukul 19.00 hingga 22.00 ini diisi dengan rangkaian takbiran sholat berjamaah dan diakhiri dengan imbauan program kurban tahunan.
Sinergi antara spiritualitas, dukungan pemerintah, dan aksi nyata organisasi ini diharapkan dapat terus memperkuat ukhuwah serta memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia di Malaysia.
MPI PCIM Malaysia
