
Gombak Selangor—Suasana haru bercampur semangat menyelimuti Rumah HAMKA Malaysia pada hujung minggu ini. Di bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan intelektual ini, para pengurus Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia resmi mengukir babak baru perjuangan untuk periode 2026–2028.
Bukan sekadar rapat biasa, dua hari (25-26 April 2026) ini menjadi momen sakti di mana mimpi-mimpi besar dirangkai menjadi kenyataan. Dengan tema “Mengukuhkan Sinergi Internal, Memperluas Kemanfaatan di Era Baru PCIM Malaysia”, organisasi ini siap melompat lebih tinggi!
Mimpi Besar: sekolah internasional Muhammadiyah akan lahir!
Saat Ketua PCIM Malaysia, H. Fauzi Fatkhur berdiri memaparkan visi, seluruh ruangan terdiam takjub. Beliau melontarkan gagasan yang bakal mengubah peta pendidikan diaspora: pendirian sekolah internasional Muhammadiyah. “Kita tidak mau jadi penonton! Muhammadiyah harus punya jejak permanen yang diakui dunia di Malaysia,” tegasnya dengan mata berbinar.
Targetnya? Sudah beroperasi awal 2027! Wow! Sekolah ini dipersiapkan sebagai kado spesial menjelang Muktamar Muhammadiyah di Medan. Insya Allah, anak-anak diaspora tak perlu risau lagi soal pendidikan yang islami dan berkualitas!
Deretan Program Kerja Unggulan
Diskusi berlangsung hangat, penuh ide cemerlang namun tetap akrab seperti keluarga. Ini dia “senjata” andalan PCIM Malaysia ke depan:
- Kejutan spiritual: tabligh akbar bersama Ustaz Adi Hidayat! Majelis Tabligh dan Tarjih bawa kabar gembira! Tahun ini, Insya Allah kita akan kedatangan Ustaz Adi Hidayat (UAH). Siapa yang tak mau dapat ilmu langsung dari sang maestro? Siapkan diri untuk “hujan” berkah dan ilmu yang menyejukkan hati!
- Transformasi ekonomi: kemandirian adalah harga mati. Bendahara dan Majelis Ekonomi kompak berkata: “Dakwah butuh dana, organisasi butuh kuat!” Mereka akan membenahi amal usaha Muhammadiyah (AUM) agar makin transparan dan produktif. Keuntungan bukan untuk “numpang” di kertas, tapi untuk membiayai dakwah yang lebih luas!
- Pendidikan: ekspansi sanggar belajar makin gila-gila! Majelis Pendidikan tak mau diam. Komunikasi dengan pengelola Sanggar Belajar (SB) makin erat, dan pembukaan cabang SB baru di seluruh wilayah akan dipercepat. No child left behind! Semua anak diaspora wajib sekolah!
- Media: lahirkan “mujahid pena” di era digital Majelis Pustaka dan Informasi sadar betul: Siapa kuasai narasi, dia yang menang! Pelatihan menulis dan jurnalistik akan digelar masif. Kita butuh kader yang pandai bercerita tentang kebaikan Muhammadiyah ke dunia maya!
- Membangun jembatan, menghapus batas PCIM Malaysia sadar, kuat sendiri tak sekuat kuat bersama. Majelis Hubungan Antar Lembaga siap jadi jembatan emas, merajut persaudaraan dengan NGO Indonesia dan organisasi Melayu Malaysia. Sementara Majelis Pemberdayaan dan Kader terus bekerja keras memastikan sentuhan Muhammadiyah dirasakan nyata oleh setiap orang, bukan hanya sekadar wacana.
Pesan Menyentuh dari Ketua PCIM Malaysia H. Fauzi Fatkhur
Belaiu pernah berpesan: “Program hebat tak akan ada artinya kalau kita masih bekerja sendiri-sendiri. Buang ego sektoral! Mari bekerja dengan hati, dengan sinergi. Hanya dengan begitu, mimpi ini bisa jadi nyata.”
Dalam Kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris PCIM Malaysia, Khalid Al Walid menjelaskan tentang status PCIM Malaysia “yang telah sah terdaftar secara hukum sebagai organisasi resmi di kerajaan Malaysia dengan nama Persatuan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia”.
Dia yang juga seorang pengacara menjelaskan bahwa dengan status resmi ini maka segala kegiatan termasuk di ranting adalah di bawah naungan Persatuan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia.
MPI PCIM Malaysia
