Mau ke Inggris? Yuk, Kenali Komunitas Muslim di Britania Raya

Ali Rama

Oleh: Ali Rama, M.Ec.

Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Alumni Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara (2003) dan Pengurus PCIM Malaysia (2009-2011), kini sedang kuliah S3 di Aberdeen, Scotland UK.

Saya sering ditanya bagaimana Muslim di UK? Setidaknya saya bisa berikan jawaban sederhana seperti ini:

Muslim di Britania Raya (UK, termasuk Inggris) atau ‘British Muslim’ dapat dikelompokkan secara sederhana sbb:

1. Ada Muslim yg lebih mengedepankan ‘Muslim’nya dibandingkan ‘British’nya. Kelompok ini lebih menonjolkan identitas Muslimnya dibandingkan identitasnya sebagai British. Mereka banyak melakukan resistensi terhadap budaya-budaya British.

2. Ada Muslim yang lebih mengedepankan ‘British’nya dibandingkan ‘Muslim’nya. Mereka ini lebih kental identitas dan penerimaannya terhadap budaya British dibanding identitas Muslimnya. Bahkan kelompok ini kadang memiliki pikiran yg bertolak belakang dg ajaran arus utama seperti mendukung aborsi, LGBT, dan gaya hidup bebas seperti British pada umumnya.

3. Ada Muslim yang melihat ‘Muslim’ dan ‘British’ dalam porsi yang berimbang dan saling memperkuat. Menjadi Muslim yang moderat dan disaat yang bersamaan terbuka dg budaya British yang dianggap relevan dan tidak bertentangan dg agama.

Dari klasifikasi di atas dapat disimpulkan bahwa Muslim di Britain sangat heterogen dan tidak bisa direpresntasikan o/ satu kelompok dominan tertentu. Meskipun pada kenyataannya komunitas Muslim di UK didominasi keturunan Pakistan, Bangladesh dan India. Namun banyak juga berasal dari Turkey, Arab, Afrika dan Melayu.

Sementara Muslim asli British (native Muslim converts) komposisinya relatif kecil. Ini menujukkan penetrasi Islam ke penduduk asli Inggris belum terlalu signifikan hasilnya.

Kelompok-kelompok Muslim UK yang berlatarbelakang sosio-keagamaan yang heterogen tapi dapat terintegrasi secara damai dan saling membantu dalam komunitas besar bernama British Muslim. Ini yg saya liat selama ini, setidaknya di komunitas Muslim di Aberdeen.

Transformasi Muslim di UK sudah berjalan cukup lama dan saya melihatnya telah melalui fase:

(1) Migration: ditandai dg imigrasi besar-besaran o/ Muslim dari negara jajahan Inggris dan umumnya dari kelompok pekerja kasar dan tidak terdidik. Kelompok imigram Muslim ini banyak berkontribusi bagi perekonomian UK terutama pada masa industrialisasi UK dan masa pemulihan ekonomi di UK paska Perang Dunia Kedua. Imigram ini umumnya berasal dari India, Pakistan dan Bangladesh;

(2) Institutionalization: fase ini komunitas Muslim mulai terbentuk dimana masjid jadi basisnya. Dan juga terbentuk organisasi-organisasi Muslim u/ mewadahi aspirasi agama dan politiknya;

(3) Economic movement: fase ini ditandai dg banyaknya Muslim yang mengalami mobilitas ekonomi yang signifikan; dan

(4) Political movement: fase ini ditandai dg banyaknya Muslim yang terjun ke dunia politik UK untuk memperjuangkan aspirasi komunitas Muslim yang selama ini terpinggirkan. Afiliasi politik komunitas Muslim banyak diberikan ke partai buruh (labour party) karena dianggap partai ini konsen terhadap hak-hak buruh dimana banyak komunitas muslim yg berada di kelas pekerja ini dan juga utamanya disebabkan partai ini tidak terlalu mengkampanyekan ‘anti Muslim’ dibandingkan partai konservatif. Hasil pemilu tahun 2019 kemarin berhasil menempatkan 19 Muslim di parlemen UK dan ini merupakan record terbesar. Selain itu, walikota London adalah seorang Muslim bernama Sadiq Khan.

Saat ini jumlah populasi Muslim di UK sekitar 3.4 juta dari 65 juta total penduduk UK, atau sekitat 5.2%. Komunitas Muslim banyak terkontrasi di England dan relatif kecil persentasenya di Scotland dan Wales. Muslim dengan mudah ditemukan di sudut kota besar di UK, seperti London, Birmingham dan Manchester. Menurut data, agama Islam adalah agama yang paling cepat perkembangannya di UK dibandingkan agama lainnya.

Di masa pandemi ini, beberapa komunitas Muslim relatif aktif untuk menjaga anggota komunitasnya dg menawarkan bantuan sembako dan ifthor (makanan buka puasa) begitupula kepada komunitas non-Muslim.

Di masa puasa ini, saya dan keluarga dapat supply menu buka puasa dari komunitas Muslim Aberdeen setiap hari dg diantar langsung ke rumah. Saya dan keluarga bahkan minta untuk berhenti sejenak dari supply ifthor karena adanya perbedaan ‘selera’ makanan namun mereka tetap saja membawanya setiap menjelang buka puasa.

Alhamdulillah

Aberdeen, 15 Mei 2020

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s