Ibunda Noordjannah Menyapa PCIA Malaysia

Noordjannah Malaysia1Dalam rangka pelantikan dan pembekalan Pengurus PCIA Malaysia 2019-2021, Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini melawat dan bersilatuahim ke Malaysia pada 25 hingga 26 Januari 2019.

Sekelumit pesan-pesannya untuk warga Aisyiyah disampaikan dalam materi pembekalan beliau yang berlangsung di gedung Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia. Berikut beberapa point utama beliau seperti yang dilaporkan di Website resmi Muhammadiyah.

1. Bahwa Ketua ‘Aisyiyah pertama Siti Bariyah merupakan murid KH Ahmad Dahlan yang telah diminta untuk bersekolah bukan nya di sekolah agama tetapi juga diminta untuk sekolah umum.

“Dari hasil didikan KH Ahmad Dahlan inilah Siti Bariyah menjadi penafsir ideologi Muhammadiyah diantara yang lain.”

2. Bahwa Nabi Muhammad SAW membebaskan perempuan dari ketertindasan yang kemudian dikutip oleh KH Ahmad Dahlan bagaimana di Indonesia ini juga sehingga perempuan-perempuan mendapatkan kesempatan untuk maju.

“KH Ahmad Dahkan mengajarkan bagaimana memuliakan perempuan dan mengikutsertakan perempuan berjuang bersama untuk berdakwah.”

3. Bahwa KH Ahmad Dahlan dengan Al-Maunnya dan tiga pondasi kemduian bergulir begitu cepat, salah satunya soal kesehatan.

“Kesehatan yang pada tahun 1923 itu didirikan klinik termasuk dengan rumah yatim dan anak miskin, Hanya berjarak satu tahun pernyebarannya sudah terasa dengan berdirinya klinik pertama di Jawa Timur pada 14 September 1924 yang kini bernama RS PKU Muhammadiyah, yang didirkan oleh dr. Soetomo. Padahal dr. Soetomo bukan orang Muhammadiyah tetapi tertarik dengan cara dakwahnya KH Ahmad Dahlan.”

“Klinik Muhammadiyah merupakan terbuka untuk siapa saja, atau bahasa lainnya inklusif, karena berdirinya klinik Muhamamdiyah adalah bentuk implementasi perintah dari ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.”

4. Bahwa Aisyiyah yakin akan pentingnya pendidikan bagi memajukan wanita Indonesia.

“Dengan hadirnya TK ‘Aisyiyah pada tahun 1919 semangat menggerakkan dakwah Ibu-ibu ‘Aisyiyah semakin kuat, yang salah satunya digerakkan oleh Siti Umniyah pada tahun 1919.”

“Berdirinya TK ‘Aisyiyah pada saat itu salah satunya adalah untuk memerdekakan pribumi untuk melawan penjajah. Kenapa ‘Aisyiyah memilih cara seperti ini? karena dengan pendidikan dini siapapapun akan tercerahkan yang pada waktu itu pendidikan belum begitu menyentuh kaum pribumi.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s