Setahun Berkhidmat, PRIM Pulau Pinang Refleksikan Gerakan dan Perluas Manfaat

Pulau Pinang — Genap satu tahun setelah dilantik pada 31 Agustus 2025, Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Pulau Pinang menggelar refleksi satu tahun kepengurusan. Pimpinan dan anggota PRIM berkumpul untuk mengevaluasi perjalanan gerakan sekaligus menyusun langkah ke depan.

Di bawah kepemimpinan Ayahanda Siyad Said dan Ustadz Beta Pujangga Mukti, PRIM Pulau Pinang secara bertahap menjalankan berbagai program yang berorientasi pada dakwah, pendidikan, silaturahmi, dan kemanfaatan masyarakat.

Di bidang pendidikan, TPA yang diasuh Ustazah Yus terus berjalan secara rutin setiap Senin hingga Jumat. PRIM juga turut menjembatani kegiatan KKN internasional yang hadir di Pulau Pinang, di antaranya dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan dan Institut Agama Islam (IAI) Diniyyah Pekanbaru.

Selain itu, PRIM Pulau Pinang turut menjadi tuan rumah kegiatan APIK dan Global Exposure, sekaligus memperluas jejaring dan ruang kolaborasi Muhammadiyah di tingkat internasional. Kegiatan pengajian rutin dua mingguan, peringatan hari besar Islam, serta silaturahmi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan dan KJRI Penang juga menjadi bagian dari perjalanan PRIM selama setahun terakhir.

Bagi PRIM Pulau Pinang, satu tahun perjalanan bukan sekadar tentang berapa banyak program yang telah dilakukan, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang dapat diberikan.

“Sedikit anggota tidak berarti sedikit dampak. Justru dari jumlah yang terbatas, harus lahir manfaat yang tidak terbatas,” menjadi semangat yang terus dipegang dalam menjalankan gerakan.

Semangat tersebut sejalan dengan spirit Islam Berkemajuan, bahwa dakwah tidak hanya hadir melalui ceramah, tetapi juga melalui pendidikan, pelayanan, silaturahmi, pengabdian, dan kerja nyata di tengah masyarakat.

Memasuki tahun berikutnya, PRIM Pulau Pinang menyiapkan sejumlah program strategis, di antaranya pengembangan Tapak Suci Putera Muhammadiyah, membuka akses pendidikan bagi anak-anak migran yang belum memperoleh pendidikan yang memadai, serta pengembangan cabang kedua Wasola.

Satu tahun telah berlalu, tetapi perjalanan masih panjang. PRIM Pulau Pinang berkomitmen untuk terus merawat gerakan dan memperluas manfaat.

Dari ranting yang sederhana, diharapkan tumbuh manfaat yang luas; dari langkah kecil, lahir gerakan yang memberi arti bagi umat dan kemanusiaan.

Ahmad Azzam Al Qayyimuddin, B.Hsc.

Leave a comment