Kritik (2)

Ust. Muslihun

“Pesan atuk saya, sayangi orang yang menegur kamu, bila kamu buat kesilapan.”

Demikian response Pak Umar, jiran saya ketika membaca tulisan judul “KRITIK”. Pesan itu,
sungguh membekas dalam dirinya. Berkat pesan ini, bila melakukan kesalahan, dia suka dengan teguran, walaupun itu dilakukan oleh orang yang lebih muda dari Pak Umar. Dengan demikian, dia dapat memperbaiki diri.


Kritik yang saya maksud pada tulisan “KRITIK” adalah kritik ikhlas yang sifatnya membangun, bukan meruntuhkan, membina bukan menghina.

Kritik asbun (asal bunyi) lebih kepada ekspresi iri atau dengki.
Kalau sudah didasari oleh sifat ini, maka semua yang dilakukan orang, di matanya adalah salah. Keluarlah ungkapan negatif yang mencela dan menyalahkan. Kritik yang boleh menyalakan api permusuhan.

Jenis kritik negatif ini tak perlu didengar, abaikan saja!

Tentu kita perlu membedakan dengan carmat, adakah kritik yang disampaikan positif atau negatif. Kata Syeikh Assyahid Hasan Al-Banna, “Jika pesan yang disampaikan datang dari hati yang ikhlas, dia juga akan sampai ke hati pendengarnya.”

So, hati-hatilah dengan hati!

Semoga bermanfaat.


Muslihun,
30/5/2020,
7/10/1441.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s