Kritik (3)

Ust. Muslihun

“Niat saya kan baik, ingin memberitahu kesalahannya, tapi kenapa dia tak mengaku salah, malah marah-marah,” demikian rungut seorang kawan kepada saya.

“Betul, niat kamu baik bro, tapi masalahnya, kamu mengucapkannya di depan orang banyak. Tentulah dia malu dan itu menjatuhkan air mukanya,” jawab saya.


Niat baik belum tentu melahirkan hasil yang baik, jika salah dalam pelaksanaanya.
Salah satu nasihat Wak Andak saya dulu saat saya pamitan ingin kuliah ke luar negara, “Berbuat baik berpada-pada ya nak. Buat jahat jangan sekali.”

Walaupun telah tiga puluh tahun nasihat itu diucapkannya, tetapi masih segar dalam ingatan saya.

Dalam pepatah Melayu Deli, kami selalu dinasihatkan, jika hendak meleraikan masalah hendaklah ibarat menarik rambut dari dalam tepung. Rambut dapat di cabut, tepung tidak bertabur.

Jadi, dalam mengkritik, niat baik saja tidaklah cukup, perhatikan juga suasana dan adab dalam menyampaikannya.

Semoga bermanfaat.


Muslihun,
31/5/2020,
8/10/1441.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s