Kritik (1)

Oleh: Muslihun

“Jika makanan kami sedap, beri tahu kawan, jika tidak sedap, beri tahu kami,” tulisan seperti ini biasa kita jumpa di restoran sepanjang jalan Trans Sumatra.

Susunan kalimat ini pendek, tetapi maknanya sangat baik.

Ketika pelanggan merasakan ada yang kurang pada makanan mereka, mereka membuka diri untuk menerima kritik. Mereka yakin dengan kritikan ikhlas dari pelanggan, maka mereka dapat memperbaiki kualitas makanan dan khidmat mereka.
Tanpa kritik, mereka tidak tahu dimana tahap kebaikan masakan mereka.

Sebaliknya pula, jika masakan mereka sedap, maka mereka minta jasa baik pelanggan untuk bercerita kepada kawan-kawan. Ini juga cara marketing yang paling jitu, the power of mouth.


Prinsip sederhana restoran ini baik untuk kita contoh.

Dalam salah satu penerbangan ke Madinah, di sebelah kiri saya ada dua orang pak Arab. Dari penampilan luarnya, sepertinya mereka adalah well educated. Saya pun buka mulut, berkenalan. Ternyata benar, mereka adalah lecturer di Madinah University.

Setelah beberapa saat berkenalan, saya pun dengan perlahan membaca Al-Qur’an. Ternyata dia dengar bacaan saya, dan keluar pujiannya, katanya bacaan saya bagus.

Mendengar komen dia, saya pikir ini adalah peluang untuk memperdengarkan bacaan saya lebih panjang, tetapi dengan catatan bukan untuk dipuji. “Syeikh, terima kasih atas pujian anda, tetapi tolong beritahu kesilapan bacaan saya, serta ajar saya,” pinta saya padanya. Bagi saya, pujian tidak akan menambah kualitas bacaan, sebaliknya dengan kritik, saya akan dapat memperbaiki bacaan saya. Aha! Ternyata betul. Setelah saya baca, ada beberapa kesalahan. “Huruf RO kamu kurang tipis, huruf AIN kamu kurang dalam.”
Itu di antara yang dia sebutkan.

Dalam perjalanan ini saya dapat belajar beberapa makhraj huruf dari native Arabic, alhamdulillah.

Kritik, nasihat atau tazkirah mempunyai esensi yang sama, yaitu memberikan pengajaran. Berbagai ayat Al-Qur’an memerintahkan kita untuk melakukannya, di antaranya, surah Al-Asr: 3 dan Al-Dzariyat: 55.

Dengan kritik, kita mengetahui kekurangan kita. So brothers and sisters, jangan marah, alergi atau anti apabila mendapat kritik.

Semoga bermanfaat.

Muslihun
29/5/2020,
6/10/1441

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s