NOTA IDUL FITRI 1441 H

Oleh: Muslihun (Pengurus PCIM Malaysia)

Apakah yang unik pada angka 1441?
Jika ada lihat dengan cermat, angka ini dapat dibaca dari kiri dan kanan, betul?

Apakah sebab keunikan angka ini, maka suasana perayaan hari raya kita tahun ini begitu unik?

Banyak aktifiti yang biasa kita lakukan dalam perayaan, tetapi tidak dapat dilaksanakan kali ini. Di antaranya solat sunat hari raya dan balik kampung.

Di Malaysia solat sunat ini tidak boleh dilaksanakan di Masjid. Hanya di rumah saja. Dan kalau pun ada di Masjid, hanya untuk bilangan jemaah yang terbatas, hanya tiga puluh orang saja. Dan di beberapa negara lain juga tidak dibolehkan. Begitu juga dengan balik kampung, atau di Indonesia biasa disebut mudik, tahun ini dilarang.

Perayaan kali ini memang unik sepanjang yang saya pernah alami. Jika biasanya hari raya begitu meriah dengan berbagai bentuk perayaan, tetapi kali ini tidak boleh lagi dengan cara yang sama. Mestilah dengan cara baru, New Normal. Hm… entahlah, entah sampai bila.

Apapun, hari raya, mestilah tetap dirayakan, walaupun dengan cara yang berbeda. Teruskan silaturahmi, walaupun dengan cara online. Bahagiakan hati, walaupun tetap berada di rumah.

Jika di meja tamu sudah anda siapkan kuih muih, maka nikmatilah sendiri. Sebab, mungkin tamu tidak datang seperti biasanya. Bukannya mereka tidak mau datang, mungkin mereka juga segan untuk menziarahi anda, sebab takut menyibukkan anda dengan protokol New Normal ini.

Jika memang anda sudah beli baju baru, pakailah baju itu.

Jika mempunyai kelebihan rezeki, berbagilah dengan jiran apa yang mampu dikongsikan. Cuba bahagiakan orang lain.

Buatlah suasana di rumah semeriah mungkin.

Saya jadi teringat dengan pesan syair Arab:

“Bukan lah hari raya itu dengan baju atau kenderaan baru, tetapi hakikat hari raya itu adalah dengan bertambah ketaqwaan.”

Mungkin pesan ini begitu relevan saat ini. Perayaan dengan balik kampung, pakai baju baru, makan besar yang berbagai menu istimewa, hanyalah bentuk perayaan external.

Saatnya kita merayakan dengan lebih menekankan faktor ketaqwaan yang bersifat internal dan mempunyai efek yang lebih kekal.

“Selamat Hari Raya Aidul Fitri 1441 H. Maaf Zahir dan Batin.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s