Berita Muktamar: Din Syamsuddin Ketua Umum 2010-2015

Sebagaimana yang dilaporkan oleh Persyarikatan Muhammadiyah dalam akun Facebooknya (http://www.facebook.com/PeryarikatanMuhammadiyah) Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2010-2015 dijabat oleh Prof. Dr. Din Syamsuddin.

Demikian Ketua Panitia Pemilihan Drs. Rosyad Sholeh, Rabu (07/07/2010) Pukul 11.35 mengumumkan hasil rapat formatur di depan sidang Pleno Muktamar di Sportorium Univ. Muhammadiyah Yogyakarta. Paduan Suara “Setuju….! “ membahana, sesaat ketika Rosyad Soleh meminta persetujuan peserta sidang.

Setelah persetujuan itu, Rosyad Soleh kemudian mengumumkan bahwa yang menjadi Sekretaris Umum mendampingi Din Syamsuddin adalah Dr. Agung Danarto. Sekretaris umum ini tidak perlu dimintakan persetujuan dari Muktamirin, karena sifatnya hanya pemberitahuan.

Pengumuman hasil rapat formatur ini sempat mundur hingga 11.35 WIB, yang seharusnya pukul 10.00 WIB. Formatur yang berembug di gedung Rektorat UMY baru menuruni tangga pukul 11.24 WIB setelah menentukan Ketua Umum dan Sekretaris Umum.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengakui dirinya selalu berdimensi ganda dalam menyikapi hasil penetapannya sebagai Ketum baru untuk kedua kalinya.

“Tentu manusiawi ada sisi kebahagiaan karena amanat kepemimpinan adalah anugerah. Anugerah dari Tuhan karena mendapat kepercayaan dari orang banyak. Namun amanat ini juga sangat berat” ujarnya saat ditemui wartawan, di Sportorium Rabu (07/07/2010).

Ia juga mengungkapkan kebijakan yang dibuat nantinya bukanlah keputusan dan programnya sendiri, karena hal itu merupakan keputusan Muktamar yang akan disahkan dalam sidang pleno Muktamar. “Pemimpin hanya memimpin pelaksanaan program – program yang telah diputuskan,” jelas Din.

Disinggung mengenai hubungannya dengan pemerintah, Din mengemukakan hubungan yang proporsional dengan pemerintah karena Muhammadiyah ikut mendirikan negara yang bersifat substansi institusional. “Siapapun presidennya, Muhammadiyah tetap loyal kritis, melakukan kritik bila ada hal tak sesuai dari pemerintah karena Muhammadiyah memiliki prinsip amal ma’ruf nahi munkar.” katanya. Ia juga menambahkan bahwa Muhammadiyah tidak punya hubungan dengan partai politik manapun.

Penasehat PP Muhammadiyah, Prof. Syafii Maarif juga memprediksi bahwa cara memimpin Din Syamsuddin pada periode keduanya akan dengan cara yang berbeda,” Karena ada beberapa catatan dari Muktamar, ada catatan yang saya tahu tapi tidak mau saya sebut,”paparnya saat diwawancarai di lantai dasar gedung Rektorat UMY beberapa saat sebelum pengumuman Ketua Umum baru.

(Tya/Arif)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s