TADABBUR: Makna Ramadhan

Oleh: Dr. M. Arifin Ismail, Lc, MA, M.Phil (Penasihat PCIM Malaysia)

Ramadhan dalam bahasa arab berasal dari kata-kata “ra-ma-dha” yang bermakna keadaan cuaca panas yang dapat membakar sesuatu.

Hal ini terbukti dengan pertanyaan istri Rasulullah, Aisyah kepada rasulullah : Ya Rasulullah, mengapa bulan diwajibkan berpuasa itu dinamakan dengan nama ramadhan ?

Rasulullah sallahu alaihi wasallam menjawab : Dinamakan bulan puasa itu dengan nama bulan Ramadhan sebab pada dengan puasa pada bulan Ramadhan itu, Allah Taala akan membakar dosa-dosa yang dilakukan oleh orang yang beriman, dan Allah pada bulan tersebut akan memberikan ampunan kepada mereka (riwayat Isfahani/Tafsir Durarur Mansur, jilid 1, hal.335 ).

Oleh sebab itu bulan ramadhan adalah bulan pembakaran atas segala sesuatu yang tidak baik, seperti pembakaran dosa, toksid badan dan lain sebagainya. Sahabat Nabi bernama Ibnu Umar juga menyatakan : Dinamakan ramadhan sebab dosa-dosa akan terbakar dalam bulan tersebut “.

Pembakaran juga dapat berarti proses pembersihan, sebagaimana besi dibakar untuk dibersihkan daripada karat dan lain sebagainya.

Hal ini dikuatkan dengan hadis Rasululah menyatakan bahwa : “ Bagi setiap sesuatu itu ada zakatnya (zakat dalam maksud pembersihan ), dan zakatnya badan itu adalah puasa “ ( hadis riwayat Ibnu Majah ). Dalam hadis yang lain juga disebutkan : “ Berpuasalah kamu, maka kamu akan sehat “ ( hadis riwayat Ahmad ). Dalam hadis berikutnya juga disebutkan bahwa “ Puasa itu adalah benteng “ ( hadis riwayat Baihaqi ) Benteng dapat berarti proteksi dan pertahanan.

Dari ketiga hadis diatas, penulis melihat inilah konsep puasa bagi kehidupan, yaitu suatu sistem yang dapat membersihkan , memproteksi, dan menyehatkan kehidupan manusia .

Itulah sebabnya penulis menyatakan ramadhan adalah bengkel kehidupan, untuk membersihkan kekotoran ang terdapat dalam diri manusia, sekaligus sebuah proses untuk memperbaiki dan menyehatkan manusia, serta proses untuk memberikan ketahanan (proteksi ) diri manusia dalam menjalani dan menghadapi kehidupan.

Sistem Perawatan, pembersihan diri, proteksi dalam segala sesuatu yang dipakai, itu merupakan suatu kelaziman (sunatullah ).

Sebagai contoh, kalau kita membeli sebuah kenderaan, maka dalam buku panduan kenderaan pasti tertulis bahwa kenderaan tersebut dalam masa tertentu harus masuk bengkel untuk dilihat segala sesuatu yang berkaitan dengan kenderaan tersebut, apakah air baterenya perlu diisi lagi, olinya diganti, mesinnya di tune-up, bannya apakah perlu diganti, remnya , dan lain sebagainya, dan itu semua adalah bagian dari system pemeliharaan kenderaan sehingga kenderaan dapat berjalan dengan baik sepanjang masa.

Jika hal itu diperlukan bagi sebuah kenderaan, demikian juga bagi kehidupan manusia, dan semua makhluk yang hidup.

Hidup adalah bergerak, dan setiap yang bergerak diperlukan suatu system pemeliharaan sehingga kehidupan akan tetap berjalan dengan baik.

 

Berarti dalam suatu kehidupan diperlukan sistem perawatan dan pemeliharaan, dan untuk bengkel kehidupan manusia dalam satu tahun itulah diperlukan bengkel ramadhan, untuk memperbaiki dan membersihkan dan menyehatkan seluruh jiwa dan badan manusia,yang terdiri dari roh, akal, hati, nafsu/emosi, dan jasad manusia, sehingga manusia itu dapat kembali suci dan bersih serta sehat sebagaimana sewaktu pertama kali lahir kemuka bumi, dalam keadaan fitrah yang suci.

Ramadhan adalah bulan untuk memproses semua unsur yang ada diri manusia baik roh, akal, hati, jasad dan nafsu, agar semua komponen diri itu kembali suci, sehat dan kuat, Proses itu dapat dilakukan dengan menghayati dan memahami proses bulan ramadhan yang terdiri dari shalat taraweh, tadarus al Quran, Sahur di tengah malam, Imsak, menahan diri dari segala yang membatalkan puasa, dan iftar dengan makanan yang halal, baik, bergizi dan sehat di saat berbuka puasa.

Dengan shalat taraweh, roh kita menghadap Allah, sehingga dengan banyak rakaat yang dilaksanakan maka ruh kita menjadi bersih dan kuat.

Dengan tadarus al Quran kita sedang membaca, memahami kalam Allah yang kita masukkan ,ke dalam akal pikiran kita sehingga pikiran menjadi bersih dan kuat.

Di waktu sahur, kita berzikir, istighfar dan tahajud, sehingga hati lebih bersih dan tenang. Dengan imsak (puasa mernahan lapar Dan perbuatan yasng tidak baik) berarti kita menahan nafsu dari perbuatan yang tidak bail sehingga nafsu lebih bersih dan terkontrol.

Dengan iftar kita setelah berpuasa sehari, membersihkan toksid dari dalam badan akibat makanan yang masuk selama setahun dilanjutkan berbuka dengan makanan yang bergizi akan memberikan kekuatan jasad

Aktivitas ramadhan yang dimulai dengan salat tarawih, tadarus Quran, zikir dan makan fi waktu sahur, imsak/menahan nafsu makan di siang hari dan iftar dgn makanan bergizi itu semua akan memberikan kesucian dan kekuatan roh, pikiran, hati, nafsu dan jasad dalam diri kita..itulah kebersihan dan kekuatan total dalam kehidupan.

Selamat menjadi manusia ramadhan.
Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s