Tentang pengajian PRIM KLS, Kunjungan Tokoh, dan Pasal Fatwa Haram Merokok

Laporan ttg Pengajian PRIM KLS

Meski baru saja dibentuk, – alhamdulillah– Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah KL Sentral (PRIM KLS) sudah berhasil mengadakan pelbagai kegiatannya. Bulan ini, tepatnya Sabtu 13 Maret, PRIM KLS menggelar pengajian bulanannya yang mengundang warga dan simpatisan Muhammadiyah yang berada di sekitar Pantai Dalam, UM, Mutiara Damansara, Kota Damansara dan sekitarnya. Bahkan dari luar Bandar juga ada yang hadir, seperti saudara-saudara dari UPM, Gombak dan Wangsa Maju.

Pendek kata, pengajian PRIM KLS Alhamdulillah mendapat sambutan positif dari masyarakat. Dengan acara pengajian seperti ini, mudah-mudahan dapat menyatukan semangat persaudaran, kekeluargaan dan persatuan diantara warga masyarakat Indonesia yang sedang merantau di negeri Jiran ini. Selain itu, program pengajian ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan wawasan dan pola fikir keagamaan yang hanif (lurus) di kalangan masyarakat, khususnya warga dan simpatisan Muhammadiyah sehingga kesadaran beragama, bersosial, dan berorganisasi dirasakan lebih mantap dan kokoh. Paling tidak, dengan niat ikhlas menghadiri majlis ilmu ini, Allah SWT. sudah pasti akan mengampuni dosa-dosa kita dan mengganjar kita dengan pahala yang berlipat ganda. Dan itulah diantara keutamaannya.

InsyaAllah, kalau tidak ada perubahan, pengajian selanjutnya akan diadakan pada hari Ahad, 18 April 2010 nanti, di tempat yang sama, yaitu kedimanannya Bapak Tungku Adnan di Vista Angkasa, dekat LRT Universiti. Rencannya, PRIM akan mendirikan tenda di halaman rumahnya, sehingga memungkinkan untuk lebih dapat menampung banyak lagi jama’ah yang hadir. Konon kabarnya, untuk tempat pengajian bulan Mei 2010 nanti sudah ada anggota yang membooking. Wah, fastabiqul khairat!

Kunjungan ke Tokoh Muhammadiyah di KL

Kamis, 25 Maret kemarin, tepatnya selepas waktu Isya, PRIM KLS yang diwakili oleh beberapa pengurusnya seperti Budianto Hamuddin, Imron Baehaqi, Masrum, M Fadhli, Wita Widianti, Ramadhan Kurniawan dan Dedi Afriadi mengunjungi tiga orang tokoh yang aktif di dunia pendidikan di Indonesia, sekaligus juga sebagai tokoh persyarikatan Muhammadiyah. Audiensi ini dilaksanakan di kediaman sementaranya, di Blok 20, Bukit Angkasa. Tokoh-tokoh ini adalah Prof. Dr. H. Susiknan Azhari, M.A., Prof. M. Jandra, dan Bapak Jhon Feri. Kebetulan beliau-beliau tinggal satu rumah. Tidak lain, tujuan silaturrahmi kepada para tokoh ini adalah untuk berta’aruf dan sekaligus meminta beliau-beliau untuk memberikan wejangan (tausiah) serta membagi pengalamannnya kepada Kami yang masih berdarah muda ini.

Sebagaimana dimaklumi, bahwa tidak sedikit diantara pengurus PRIM KLS yang memang masih perlu mengenal lebih jauh lagi tentang Muhammadiyah, sifat-sifat dan kepribadiannya, idiologinya, gerakan atau aktivitasnya dan lain-lain. Dan pembekalan seperti ini sangat penting dan perlu dilakukan secara istimror (kontinyu), sehingga PRIM merasa lebih yakin dan percaya diri untuk dapat menjalankan organisasi secara baik, matang dan optimal.

Acara kunjungan ini, diawali dengan perkenalan diantara para tokoh dan pengurus PRIM KLS. Memeng beda, setelah saling mengenal, suasana menjadi lebih akrab dan harmonis, dan terkadang muncul keberanian untuk menjadi seorang yang homoris. Prof. Susiknan Azhari dan Prof. Jandra adalah seorang guru besar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selain itu, beliau berdua adalah pengurus Muhammadiyah. Prof. Susiknan menjabat sebagai sekretaris Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, sedangkan Prof. Jandra menjabat sebagai Ketua Majlis Dikdasmen (Pendidikan Dasar dan Menengah) Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Sementara, Bapak Jhon Feri adalah seorang dosen di bidang IT di Universitas Putra Indonesia Padang, Sumatera Barat.

Fatwa Haram Merokok!

Obrolan menjadi lebih mengarah, impresif dan atraktif ketika Prof. Susiknan membuka pembicaraannya tentang fatwa haram merokok yang diputuskan oleh Majlis Tarjih PP Muhammadiyah pada 3 Maret yang lalu. Pengurus PRIM pun sudah mulai membuka telinganya lebar-lebar ketika sekretaris Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah itu memaparkan secara jelas dan argumentatif mengenai fatwa haram merokok tersebut. Kata beliau, fatwa hukum merokok ini sudah melalui proses yang cukup lama dan alot di internal Muhammadiyah. Pimpinan Muhammadiyah ditingkat pusat, wilayah dan daerah telah banyak mengadakan seminar atau diskusi menganai hukum merokok. Hasilnya pun beraneka ragam, ada yang menghukumkan haram, mubah dan makruh. Tetapi, hingga pada muktamar 2005 di Malang, Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhamamadiyah memfatwakan, bahwa hukum merokok itu adalah mubah.

Penelitian dan pembahasan tentang hukum merokok terus berlanjut, sehingga pada tahun 2010 ini, Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah memutuskan bahwa merokok adalah haram hukumnya. Beliau juga menambahkan, bahawa dalam tradisi di Muhammadiyah ada yang namanya fatwa dan keputusan resmi PP Muhammadiyah. Kedua-duanya memiliki bobot yang berbeda. Nah, fatwa haram merokok baru dikeluarkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, bukan keputusan resmi PP Muhammadiyah. Fatwa tersebut, tegas beliau lebih ditujukan kepada internal Muhammadiyah dan baru dibahas untuk dijadikan keputusan organisasi pada Munas Muhammadiyah 5 tahun lagi. Jadi, fatwa itu mengikat ke internal Muhammadiyah yang sepaham. Kalau diluar Muhammadiyah itu terserah, kalau setuju silahkan ikut.

Plan of Action

Menarik. Pendek kata, dari hasil kunjungan ini, PRIM menginginkan adanya sosialisasi fatwa haram merokok ini kepada masyarakat, khususnya internal Muhammadiyah yang ada di KL Malaysia lewat sebuah tulisan. Atau sebagai respon positif terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah ini, PRIM mencadangkan untuk mengadakan sebuah forum khusus tentang fatwa haram merokok. Adapun format dan teknis acaranya bisa dilaksanakan bareng-bareng dengan PCIM atau pihak-pihak yang lain.

Demikianlah kunjugan tokoh yang dilaksanakan PRIM KLS kemarin malam, mudah-mudahan kunjungan atau silaturrahmi ini dapat membawa manfaat dan hikmah yang menyegarkan bagi semuanya, terutama bagi pengurus dan PRIM KLS ke depan.

Nabi saw. pernah menegaskan, bahwa siapa saja yang menjalin silaturrahmi antara saudaranya, maka Allah akan melapangkan rezekinya dan memanjangkan umurnya (hadis). Alhamdulillah, pengurus PRIM yang hadir dapat menikmati makanan khas yang dibawa Profesor dari Indonesia. Sedap. Tidak lupa, Kami atas nama PRIM KLS juga mengucapkan banyak terimakasih kepada beliau-beliau yang telah mau menerima kami di kedimannya dan menyambut kami dengan sambutan yang ramah dan menyenangkan. Jazakumullah.

Imron Baehaqy

Sekretaris PRIM KLS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s