Pengukuhan Pimpinan PCIM dan PCIA Malaysia, periode 2026–2028

Gombak, Selangor — Cuaca pagi yang cerah menghiasi luar gedung Auditorium Kulliyyah of Architecture and Environmental Design (KAED), International Islamic University Malaysia (IIUM) Gombak Selangor.

Warga Muhammadiyah dari penjuru negeri Perlis, Pulau Pinang bahkan dari Thailand datang  berduyun-duyun menghadiri acara Pengukuhan Pimpinan PCIM dan PCIA Malaysia periode 2026–2028, pada Ahad, 11 Januari 2026.

Auditorium KAED, IIUM Gombak juga menjadi saksi, saat Jajaran Pimpinan PCIM  dan PCIA Malaysia periode 2026-2028, mengangkat sumpah menjalankan amanah.

Disaksikan juga sekitar 350 orang tamu undangan, jajaran Pimpinan PCIM Malaysia pun dikukuhkan oleh Dr. H. Agung Danarto, M.Ag (Ketua PP Muhammadiyah). Sementara Itu, jajaran Pimpinan PCIA Malaysia dikukuhkan oleh Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, S.Sos, M.Si (Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah).

Dalam sambutannya, Dr. Agung memberikan pesan amanat kepada pimpinan yang baru  dikukuhkan agar senantiasa mengingat tujuan PCIM didirikan.

Menurutnya, selain menjadi wadah silaturahmi antara warga, PCIM Malaysia juga menjadi duta untuk Muhammadiyah di Malaysia dan juga menjadi jembatan komunikasi antara Muhammadiyah dengan institusi lain di Malaysia.

Sesuai dengan tujuan awal Muhammadiyah, yaitu saling tolong menolong, silaturahmi bukan sekadar menjalin hubungan. Akan tetapi ia merupakan bentuk tolong menolong agar tetap istiqamah dalam menjalankan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya. “Karena itulah tujuan gerakan Muhammadiyah didirikan, yaitu mengantar kita ke pintu surga,” tegas Agung Danarto.

Selain itu, Agung menambah saling tolong menolong juga bisa di bidang ekonomi, pendidikan, agar bisa hidup sejahtera untuk semua: “Dan Pimpinan Pusat sangat mendukung, PCIM Malaysia mempunyai cita cita untuk mendirikan sekolah Internasional Muhammadiyah Malaysia”.

Menurutnya, PCIM Malaysia sangat tepat untuk mendirikan Sekolah Internasional Muhammadiyah Malaysia. Karena itu adalah tujuan Muhammadiyah untuk hidup sejahtera untuk semua.

Sementara itu, Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, S.Sos, M.Si. memberikan Amanatnya bahwa sebagai sayap kanan Muhammadiyah harus mempunyai jiwa perempuan berkemajuan. “’Aisyiyah sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, namun mempunyai hak kemandirian mengurus bidang yang sejajar dengan Muhammadiyah. Namun tetap satu tujuan.” Begitu tutur Tri Hastuti

Hadir dalam acara pengukuhan banyak orang dari pelbagai organisasi. Di antaranya adalah para penasihat PCIM-PCIA Malaysia, Diyah Puspitarini, S.Pd., M.Pd. (PP ‘Aisyiyah), Ir. Tamhid Masyhudi (Wakil Ketua PWM Jawa Timur), Drs. H. Shodikin, M.Pd. dan Subagio SE. (Ketua dan Bendahara PDM Lamongan).

Selain itu, hadir pula Bapak Ahmad Baihaqie, Brigjend. Pol. Taufik Ismail, Aziza Rahmaniar Salam, dan Bapak Harry Ayusman (semuanya dari KBRI Kuala Lumpur), H. Abu Fitroh Md Zahir Dzahir (Sekolah Indonesia Kuala Lumpur), Ahmad Fahmi Mohd. Samsudin (Presiden Angkatan Belia Islam Malaysia), Dato’ Haji Ismail Ahmad (Presiden, Persatuan Cendekiawan Minangkabau Malaysia), Ahmad Yani Abd Manaf (Pengurus Kanan Penerbitan Al-Quran, Grup Buku Karangkraf).

Tambahan pula, ikut hadir juga perwakilan dari Asosiasi Organisasi Masyarakat Indonesia di Malaysia (AOMI), PCI Nahdlatul Ulama Malaysia, GP Ansor Malaysia, PCI Muslimat NU Malaysia, PCI Fatayat NU Malaysia, Serikat Buruh Migran Indonesia di Malaysia, Paguyuban, Perhimpunan, Komunitas Masyarakat Indonesia di Malaysia.

MPI PCIM Malaysia

Leave a comment