PCIM Malaysia Sambut Tamu dan Hibah dari Yogyakarta

Batu Caves, Selangor — Pada Kamis, 4 Desember 2025, PCIM Malaysia menerima kunjungan rombongan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, RS PKU Muhammadiyah Gamping, PWM DIY, BPH dan PP Muhammadiyah di Rumah Hamka Malaysia (Ruhama).

Suasana ceria dan penuh kekeluargaan di Ruhama setelah dr. Mohammad Komarudin, Sp.A (Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta) dan dr. Ahmad Faesol, Sp.Rad, M.Kes MMR (Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Gamping), mewakili rombongan masing-masing, memperkenalkan diri.

“Gayung Bersambut”, begitulah suasana di Ruhama. Wakil Ketua PCIM Ustadz Zulfan Haedar dan Ketua PCIA Malaysia Dr. Dini Oktarina Dwi Handayani, menyambut rombongan dengan penuh antusias.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada semua rombongan, tentunya satu momen yang menggembirakan bagi kita semua. Saya sendiri cukup dekat dengan rombongan, karena saya juga berasal dari Kauman, Yogyakarta.” Begitulah kata Zulfan dalam sambutannya.

Dalam sambutannya, Ketua PCIA Malaysia Dr. Dini menyatakan bahwa dirinya sangat termotivasi dengan kunjungan ini

.Menurutnya, “sebagai Ketua PCIA yang baru, kami di PCIA mempunyai tanggungjawab menyempurnakan Program Program Kerja terdahulu. Selain itu juga kami ingin memaksimalkan Ruhama ini sebagai tempat diskusi diskusi keilmuan”.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dr. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes. merasa senang dengan suasana hangat di Ruhama. Menurutnya hal paling menyenangkan adalah ketika berada di suatu tempat bertemu dengan seseorang dan disambutnya dengan penuh hangat.

Agus juga menyampaikan pesan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Haedar Nasir agar PCIM Malaysia bisa menempatkan diri dengan sebaik baiknya di Malaysia ini.

Kata Agus, “selepas Prof. Haedar bertemu Perdana Menteri Malaysia Dato’ seri Anwar Ibrahim, beliau menyampaikan dalam rapat bahwa Perdana Menteri Malaysia sangat menyambut baik dengan PCIM Malaysia. Namun pesan PM Malaysia agar PCIM Malaysia tidak banyak kode and kode murni gerakan ngaji keagamaan, tapi lebih mengedepankan gerakan sosial keagamaan”.

Agus juga mengingatkan Pesan Prof Haedar dalam acara Pengukuhan 26 Januari 2020 lalu bahwa peran PCIM adalah sebagai wadah bersilaturahmi semua warga yang ada di rantau, tempat membina kaderisasi dan sebagai duta Muhammadiyah.

Katanya, dengan adanya PCIM, di rantau ini “kita tidak merasa sendiri. Untung bila PCIM bisa menjadi tempat membina kaderisasi, dan sebagai duta. Maka kita harus bisa menjaga citra baik Muhammadiyah di Malaysia.”

Katanya lagi, “Prof Mukti juga pernah berpesan, Muhammadiyah yang mencerahkan itu tidak harus dengan pengajian pengajian, namun gerakan sosial keagamaan, juga Muhammadiyah yang mencerahkan”.

Acara pun diakhiri dengan penyerahan sumbangan dari PKU Muhammadiyah Yogyakarta & GampingTV 65″, Bracket, Vacuum cleaner, CCTV, Kabel heavy duty & baterai keperluan Microphone. Selain itu, diserahkan pula sumbangan untuk studio podcast dari RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Wakil Ketua PCIM Malaysia yang Membidangi Majelis Pustaka dan Informasi, Dr. Zeldi Suryadi, mengatakan bahwa sumbangan ini sangat bermakna dan sangat tepat.”Yang paling tidak sabar ini Ketua MPI Pak Mundzirin. Saya dengar dari rekan rekan MPI bahwa salah satu rencana program kerjanya adalah membuat studio podcast.” Begitu pungkas Zeldi.

MPI PCIM Malaysia

Leave a comment