
“Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah dan Pimpinan Ranting Istimewa ‘Aisyiyah (PRIM-PRIA) Kampung Baru ini adalah Ranting Istimewa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang tertua di Malaysia ini dan Ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang pertama di luar negeri.”
Hal ini di sampaikan oleh Wakil Ketua PCIM Malaysia Fauzi Fathur dalam sambutanya, pada acara Pengukuhan PRIM PRIA Kampung Baru Periode 2023-2025 di Dewan Sultan Sulaiman Kampung Baru Kuala Lumpur, pada Ahad, 26 November 2023.
Acara Pengukuhan yang dihadiri oleh sekitar 300 hadirin ini, dirangkai dengan persembahan anak anak murid Sanggar Bimbingan (SB) Muhammadiyah Kampung Baru, dan santriwan santriwati TPA Arrehlah PRIM PRIA Kampung Baru, serta mengundang Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Laren Lamongan, Drs. Ahmad Umar Sukarjono, dan Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bulubrangsi H. Fauzul Khotim sebagai Pembicara.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiah (PCIA) Malaysia Silmi Fitri. S.S. mengawali sambutanya dengan mengucapkan selamat kepada Pimpinan PRIM dan PRIA Kampung Baru:
“Atas nama PCIA, kami ucapkan selamat kepada jajaran pimpinan yang baru dikukuhkan. Seperti yang pak Fauzi Fatkhur biang, bahwa PRIM PRIA Kampung Baru ini adalah saudara tua dari PRIM dan PRIA di Malaysia, dan bahkan di dunia. Sebagai yang tertua akan lebih banyak tantangan, dan tentunya juga tidak lepas menjadi sorotan bagi Muhammadiyah pusat.” Demikian katanya
Silmi melanjutkan, selesainya pengukuhan ini menjadi bukti adanya regenerasi yang membawa perubahan untuk kemajuan PRIM dan PRIA Kampung Baru ini.
Silmi juga menyampaikan tentang Amal Usaha PCIA yang baru didirikan, yaitu Rumah pintar ‘Aisyiyah, rumah sehat ‘Aisyiyah dan Sanggar Bimbingan (SB) kampung Pandan.
“Untuk ke depannya, ada program-program PCIA yang perlu dikerjasamakan dengan PRIM dan PRIA. Bismillah, semoga bisa kita realisasikan dan kita sukseskan bersama sama,” harapnya.

Ketua PRIM Kampung Baru, Markan Rizal, yang baru saja dikukuhkan oleh ketua PCIM Malaysia Muhammad Ali Imran Lc MA berkata: “PRIM Kampung Baru ini adalah ranting tertua, sebagaimana lazimnya orang yang sudah tua itu kondisi badan semakin melemah, jalannya perlahan”.
Akan tetapi, lanjut Markan, dalam organisasi Muhammadiyah usia boleh tua, tapi tenaga, ide, dan gagasan senantiasa baru dan berkemajuan. Untuk itu, kami pimpinan yang baru saja diberi amanah, memohon do’a dan dukungan, serta kerja sama dari semua elemen pimpinan dan anggota PRIM Kampung Baru, untuk bersama-sama memajukan PRIM Kampung Baru ini”.
Senada dengan Markan Rizal, berikut ini yang diharapkan oleh Ketua PRIA Kampung Baru, Harzulia Astutik: “Di PRIM dan PRIA Kampung Baru ini ada Sanggar Bimbingan (SB) dan TPA. Yang masing masing ada sekitar 70 dan 90 anak didik. Dan kami sadar amanah ini tidak mudah, namun dengan do’a, motivasi dan bimbingan dari PCIA serta kerja sama dari pimpinan dan anggota PRIM dan PRIA Kampung Baru semua, insya Allah kita bisa majukan PRIA Kampung bersama”.
Menurut H. Fauzul Khotim, Ketua PRM Bulubrangsi, pengukuhan yang mengambil tema “Menciptakan Kader Muhammadiyah Yang Unggul dan Berkemajuan” ini harus meliputi itu harus meliputi beberapa tahap.
“Nuwun sewu, pada tema yang diberikan ini, izinkan saya ikut urun rembuk” kata Haji Fauzul Khotim mengawali ceramahnya.

Dia melanjutkan: “Bermuhammadiyah itu yang pertama harus bisa menata hati mencari ridlo Allah SWT. Yang kedua adalah berkomitmen, dengan komitmen, bersungguh-sungguh menjalankan organisasi, karena dengan kesungguhan itulah akan menjadi keberhasilan. Yang ketiga dengan kesabaran. Sabar itu bukan bermakna berhenti, diammenunggu, tapi sabar dalam bermuhammadiyah itu memberi jalan keluar, mencari solusi. Selanjutnya kita juga dituntut untuk tertib berorganisasi, serta, menjalin hubungan dengan organisasi lain, dan juga perlu adanya sarana dan prasarana dalam organisasi”.
Sementara itu dalam kesempitan selanjutnya, Ketua PCM Laren Drs. Ahmad Umar Sukarjono dalam sambutannya rasa haru dan bangganya: “Saya tidak menyangka berada di panggung ini, dan ini adalah pengalaman pertama saya berada di Malaysia ini. Menyaksikan sendirian semangat bapak ibu dalam memajukan persyarikatan Muhammadiyah di Malaysia ini. Saya yakin tujuan awal datang ke Malaysia adalah mencari rezeki untuk keluarga. Ini bisa menjadi inspirasi dunia, bahwa di samping mencari rezeki, juga bisa beraktivitas yang bermanfaat dan bermanfaat sebagai mana sinar mata hari yang selalu menyinari semesta”.

Saya berpesan, lanjut Sukarjono,
“manuk glatik cucuk’e biru, mari di lantik ojok podo turu” (di sambut tawa dan tepuk tangan hadirin)
“Selamat kepada pengurus Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kampung Baru yang baru saja dikukuhkan, semoga istikomah menebar manfaat dan menjalankan amanah yang diberikan,” pungkasnya.
MPI PCIM Malaysia.
