PCIM-PCIA Malaysia Ramaikan Milad Muhammadiyah ke-111 dengan Menggelar Baitul Arqam

Majelis Kader dan Pengembangan Organisasi PCIM-PCIA Malaysia Menggelar acara Baitul Arqam di Santai de Lui Resort, Hulu Langat, Selangor, pada Sabtu dan Ahad (18-19 November 2023), bertepatan dengan Milad ke-111 Muhammadiyah (18 November 1912 – 18 November 2023)

“Entah bagaimana panitia merancang semuanya, sehingga Baitul Arqam kali ini begitu istimewa, bertepatan dengan sambutan Milad ke-111 Muhammadiyah,” kata Ketua PCIM Malaysia Ustaz Muhammad Ali imran Lc., M.A. debgan nada bangga mengawali sambutanya.

Umai Mengucapkan selamat kepada panitia yang bertungkus lumus menyelenggarakan acara Baitul Arqam ini. Menurutnya Baitul Arqam ini adalah antara progam kerja Majelis Kader dan Pengembangan Organisasi (MKPO) PCIM Malaysia dalam periode ini. “Dan Baitul Arqam, terakhir terselenggara acara ini pada 2017 yang lalu.” tuturnya.

Umai juga menyampaikan terima kasih kepada tim instruktur dari Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah:
“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim Instruktur Nasional Perkaderan Muhammadiyah, yang rela datang dari jauh dari Tanah air, untuk menyampaikan materi-materinya dalan Baitul Arqam kali ini, serta setinggi-tinggi terima kasih kepada Dr. H. Agung Danarto, M. Ag selaku Ketua PP Muhammadiyah yang membawahi Bidang Organisasi, Ideologi, Kaderisasi Pembinaan Amal Usaha Muhammadiyah”.

Menurut Umai, Dr. Agung Danarto telah meluangkan waktunya memberi kata pengantar dan membuka acara Baitul Arqam lewat rekaman video. Pada mulanya panitia merancang Pembukaan akan disampaikan secara langsung melalui Zoom, dikhawatirkan jaringan internet kurang baik, maka pembukaan oleh beliau pun disampaikan lewat rekaman video.

Melalui rekaman video yang ditayangkan di layar, ruang kelas Baitul Arqam. Dr. Agung Danarto, M. Ag. mengapresiasi inisiatif PCIM-PCIA Malaysia untuk menyelenggarakan Baitul Arqam. Menurutnya Baitul Arqam ini tidak banyak dilakukan PCIM lain.

“Baitul Arqam itu merupakan media kaderisasi di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. Jadi Baitul Arqam, sebagai upaya untuk melakukan pengenalan terhadap Muhammadiyah secara substansial, bahkan lebih dari itu,” kata Agung.

Agung Danarto juga menjelaskan bahwa Baitul Arqam itu dianggap sebagai ideologisasi terhadap kader-kader Muhammadiyah yang diharapkan sudah memiliki minat pada persyarikatan. Sehingga, selesai Baitul Arqam, mereka menjadi kader yang bisa menggerakkan roda persyarikatan di mana pun berada.

Muhammadiyah adalah gerakan Islam amar makruf nahi mungkar yang bersumber kepada al-Qur’an dan as-sunah. Islam yang dibawa Muhammadiyah adalah Islam berkemajuan.

Muhammadiyah memahami Islam sebagai agama yang senantiasa mendorong pemeluknya, penganutnya, dan semua orang untuk maju. Sebagaimana yang telah dicontohkan, dibuktikan oleh Nabi kita Muhammad saw. Beliau mengajak orang Arab jahiliyah yang tidak tahu baca-tulis, dibimbing oleh Rasulullah menjadi bangsa yang berperadaban.

Semangat Rasulullah dan nilai-nilai Islam inilah yang diyakini Muhammadiyah bisa membentuk pribadi-pribadi yang memiliki gairah semangat untuk memajukan dirinya, masyarakat, dan peradabannya.

Agung Danarto mengingatkan bahwa seorang mukmin itu tidak cukup hanya mengaku dirinya beriman kepada Allah, tetapi dia juga harus membuktikan dalam amal sholeh, dalam tindakan nyata.

Dengan menyeru kebaikan kepada orang lain. Manusia yang sempurna bagi Muhammadiyah adalah yang banyak memberi manfaat pada orang lain. “Khoirunnas anfa’uhum linnas” (sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain).

“Karena doktrin ‘Khoirunnas anfa’uhum linnas‘ inilah Muhammadiyah banyak memberikan kontribusi yang baik, yang positif bagi lingkungan sekitarnya” jelas Agung Danarto.

Di akhir sambutannya, dia berpesan kepada para peserta Baitul Arqam:
“Banyak yang bisa dipelajari, yang diajarkan oleh tim Instruktur dalam Baitul Arqam. Tapi yang jelas adalah, tetap kita persiapan untuk mengikuti Baitul Arqam sebaik-baiknya, kemudian harapannya semua peserta Baitul Arqam akan mengidentifikasi dirinya sebagai kader-kader penerus bagi dinamika perjuang Muhammadiyah untuk masa-masa yang akan datang”.

Di antara instruktur yang hadir adalah Moch. Irfan Islami, M.M. (Wakil Ketua VI Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Muhammadiyah), dengan materi:
(1) Mengenal Muhammadiyah dan Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, dan (2) Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM).

Instruktur kedua adalah Benni Setiawan, S.H.I., M.S.I. (Ketua Bidang Konsolidasi Ideologi dan Wacana, Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Muhammadiyah), dengan materi: Manhaj Tarjih Muhammadiyah.

Instruktur ketiga adalah Ariati Dina Puspitasari, S.Si., M.Pd (Anggota Bidang Kaderisasi Amal Usaha Muhammadiyah, Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Muhammadiyah), dengan materi: Profil Kader, Nilai Perjuangan, Tokoh dan Kepribadian Muhammadiyah.

Instruktur keempat adalah Erni Zuhriyati, S.S., S.I.P., M.A. (Sekretaris Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Pusat Aisyiyah), dengan materi: (1) Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), dan (2) Risalah Islam Berkemajuan dan Risalah Perempuan Berkemajuan.

Instruktur kelima adalah Iman Sumarlan, S.I.P., M.H.I. (Anggota Bidang Kaderisasi Persyarikatan dan Ortom, Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Muhammadiyah), dengan materi: Kepemimpinan dalam Internasionalisasi Gerakan Muhammadiyah.

Ketua panitia, Ahmad Azzam Al Qoyyimuddin B.HSc. (Anggota Majelis Kader dan Pengembangan Organisasi PCIM Malaysia), merasa bersyukur dan bangga atas kerja sama panitia dan semua yang terlibat: “Alhamdulillah, acara BA PCIMA 2023 telah selesai dengan sekitar 75 peserta yang terdiri dari unsur PCIM, PCIA, PRIM, PRIA, dan IMM. Lulus dalam Baitul Arqam kali ini. Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh pihak yang ikut serta mengikuti acara dari awal hingga akhir. Semoga perkaderan di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Malaysia semakin maju dan berkembang. Semangat!” ungkapnya

MPI PCIM Malaysia

Leave a comment