Tabligh Akbar dan Pengukuhan Pimpinan PRIM-PRIA Kampung Pandan Periode 2023-2025

Pada Ahad, 8 Oktober 2023, bertempat di Dewan Komuniti Desa Pandan, Kuala Lumpur, digelarlah Tabligh Akbar dan Pengukuhan Pimpinan PRIM dan PRIA Kampung Pandan periode 2023-2025.

Selain dimeriahkan oleh kehadiran pengurus PCIM-PCIA dan warga Muhammadiyah-‘Aisyiyah Malaysia, khusus untuk mengisi acara ini didatangkan pula Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik KH. Muhammad Thoha Mahsun S.Ag., M.Pd.I., M.HEs.

Kiai Thoha mengawali ceramahnya dengan mengucapkan selamat kepada Pimpinan PRIM dan PRIA Kampung Pandan periode 2023-2025 yang baru dikukuhkan oleh Ketua PCIM Malaysia Ustadz Muhammad Ali Imran, Lc., M.A., dan ketua PCIA Malaysia Ustadzah Silmi Fitri, S.S.

“Selamat mengemban amanah, bapak ibu yang baru dikukuhkan. Jangan merasa tidak mampu atau terbebani, kalau kita ikhlas menolong agama Allah, Allah akan menolong kita dalam mengemban amanah yang mulia ini.” Begitu pesannya.

Selain itu dia juga mengingatkan bahwa: “Dalam hati kita ada beberapa ruang berpetak petak. Sisakan petak kosong untuk menampung kritik, tanggapan negatif orang kepada diri kita. Dengan demikian maka ada ruang dalam hati kita untuk menampung itu semua, sehingga kita menjadi lapang menghadapinya”.

Tabligh akbar kali ini mengambil tema “Mari Bermuhammadiyah dengan Bergembira.” Menurut Kiai Thoha, bergembira itu tidak semestinya selalu tertawa, akan tetapi bermuhammadiyah itu harus ikhlas untuk mendapatkan ridho Allah SWT.

Di dalam lambang Muhammadiyah ada 12 sinar matahari. Menurutnya, dua belas sinar matahari itu bermakna dua belas bulan dalam satu tahun yang selalu menerangi bumi, memberi manfaat kepada kehidupan selama satu tahun.

Namun, lanjutnya, ada satu yang patut diingat bahwa lambang ini muncul melalui tirakat. “Melalui kontemplasi pertarungan yang dahsyat antara batin dan otak sehingga muncul lambang Muhammadiyah yaitu dua belas sinar matahari…. Bahwa, 12 sinar matahari itu adalah dimaknai dalam ‘tirakat’ adalah 12 kaum Nabi Isa, yang disebut dalam Al-Qur’an kaum khawariiyun sebagai penolong agama Allah”.

Di dalam 12 sinar matahari itu, lanjut Kiai Thoha, ada kalimat syahadat yang melingkar, ikrar bertauhid kepada Allah. Jadi kalau seseorang sudah masuk Muhammadiyah, jangan main-main.

Selain itu, Kiai Thoha juga berpesan agar jangan sampai bermuhammadiyah itu karena ada misi pribadi. “Bermuhammadiyah itu tidak mutungan, tidak baperan, kalau niat kita tulus menolong agama Allah. Ikhlas mencari ridho-Nya. Maka kita akan bermuhammadiyah dengan gembira”.

Dalam kesempatan ini Kiai Thoha juga menyampaikan tantangan dakwah yang khususnya dihadapi oleh daerah Gresik: “3000-4000 hektar pantura Gresik, sudah dikuasai proyek-proyek ekonomi langsung presiden. Reklamasi besar luar biasa. Ada smelter Freeport. Reklamasi Pantura itu tegak lurus dengan IKN”.

Konsekuensinya, menurutnya, adalah masuknya banyak tenaga kerja asing dari Cina dan Korea. Pemimpin lokal, termasuk bupati, tidak dilibatkan dalam hal itu. Kehadiran proyek dan TKA itu membuahkan dampak sosial-budaya yang luar biasa. Maka rumah-rumah ibadah non-Muslim pun berkembang.

Untuk menanggulanginya, Muhammadiyah bersama para pimpinan lokal berjuang untuk tetap istikamah menjadi nasrullah. Di antaranya menyiapkan tenaga-tenaga muda cerdas untuk membentengi tauhid dan juga menyiapkan tenaga-tenaga ahli. Jadi, pengajian terus dihidup-hidupkan sebagai ajang silaturahmi untuk saling mengingatkan. Selain itu beasiswa juga diberikan kepada anak-anak cerdas.

Acara tabligh akbar ini juga dihadiri oleh perwakilan dari KBRI Yossy Iskandar (fungsi Penerangan Sosial dan Budaya); para penasihat PCIM-PCIA, termasuk Ir. Ady Thobing, Dr. Muhamad Arifin Ismail, dan Prof. Sonny Zulhuda; para perwakilan PRIM dan PRIA se-Malaysia; serta perwakilan komunitas dan organisasi kemasyarakatan di Malaysia.

MPI PCIM Malaysia

Leave a comment