Tabligh Akbar dan Pengukuhan PRIM-PRIA Klang Lama Kuala Lumpur, Masa Bakti 2023-2025

Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) dan Pimpinan Ranting Istimewa ‘Aisyiyah (PRIA) Klang Lama, Kuala Lumpur, melaksanakan pengukuhan yang dibarengi dengan tabligh akbar yang menghadirkan Ketua PWM Jawa Timur Dr. dr. Sukadiono, M.M. sebagai pembicara pada Ahad (24 September 2023) di Dewan Serbaguna Zamrud Apartment, Klang Lama.

Pada 2 Juli 2023 PRIM Klang Lama telah melaksanakan musyawarah ranting (musyran) yang ke-3 dengan memilih Muhammad Khozin (Ketua), Mohammad Khoiri (Sekretaris), dan Munib Saputro (Bendahara).

Kemudian PRIA pula telah memilih Norhabibah (Ketua), Siti Mutawadliah (Sekretaris), dan Shuhriyati (Bendahara) sebagai pengurus barunya.

PRIM-PRIA Klang Lama adalah ranting ke-4 di bawah naungan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PCIM-PCIA) Malaysia.

PRIM Klang Lama didirikan pada 28 Desember 2015, dan sekitar setahun kemudian, tepatnya pada 5 Februari 2016, menyusul berdiri PRIA Klang Lama sebagai penguat gerakan dakwah Muhammadiyah di daerah Klang Lama, Kuala Lumpur.

Ketua PRIM Klang Lama Muhammad Khozin dalam sambutannya berkata: “Kecintaan kepada Muhammadiyah warga PRIM dan PRIA Klang Lama ini, tidak diragukan lagi. Contohnya kegiatan Tabligh Akbar ini, semua warga begitu antusias, kita semua saling membantu gotong royong. Alhamdulillah kami pimpinan yang baru diwariskan keadaan seperti ini. Mohon bimbingannya Bapak Ketua PCIM dan Ibu Ketua PCIA, untuk kami pimpinan yang baru, bisa membawa PRIM dan PRIA Klang Lama lebih kompak dan berkemajuan”.

Ketua PCIM Malaysia Muhammad Ali Imran Lc., M.A. mengucapkan selamat kepada pimpinan PRIM-PRIA Klang lama yang baru dikukuhkan: “Selamat mengemban amanah kepada Bapak dan Ibu yang terpilih, semoga bisa melanjutkan perjuangan pimpinan yang terdahulu dan terus memajukan PRIM-PRIA Klang Lama Ini”.

Menurut Ali Imran, “Sejuta Cinta untuk Muhammadiyah hingga Dibawa ke Malaysia,” yang merupakan tema tabligh akbar ini, sangat tepat sekali. Kalau kita lihat, gerakan dakwah PRIM PRIA Klang Lama ini begitu ketara, dan diantara PRIM PRIA yang sangat kompak.

Ali Imran melanjutkan: “Di samping pengajian bulanan, PRIM-PRIA Klang Lama ini rutin, hampir setiap tahun mengadakan Tabligh Akbar seperti ini. PRIM-PRIA Klang Lama ini juga sangat kompak anggota-anggotanya, terlihat ketika ada kegiatan kegiatan bersama, akan menyewa bus untuk transportasinya, karna itulah keberadaannya terus kokoh”.

Ketua PWM Jawa Timur Dr. dr. Sukadiono M.M. yang hadir sebagai pembicara Tabligh Akbar mengawali dengan titpan salam dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, yang mengirimkan salam untuk keluarga besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang ada di Malaysia, melalui pesan WhatsApp.

Sukadiono juga mengucapkan selamat kepada PRIM dan PRIA Klang Lama periode 2023-2025 yang baru dikukuhkan oleh Ketua PCIM dan PCIA Malayasia, Ustadz Muhammad Ali Imran Lc. MA. dan Ustadzah Silmi Fitri S.S.

“Mudah mudahan bapak Ibu semua diberikan kemudahan oleh Allah dalam menjalankan amanah, sukses dibandingkan dengan pimpinan yang lama,” demikian harapan beliau.

“Muhammadiyah adalah sarana dakwah, dan berdakwah itu harus dengan bijaksana. Bijaksana itu tentunya kita harus tau situasi dan kondisi. Contoh kita berdakwah tehadap orang yang terkena musibah, disitu kita berdakwah bukan hanya sekedar ngomong, tapi kita menolong dengan memberi solusi,” kata Sukadiono.

“Berdakwah, menebar manfaat itu tak kira di manapun kita berada, sebagaimana Rasulullah membawa ajaran agama Islam tidak hanya untuk bangsa Arab saja, tapi untuk rahmat seluruh alam,” tambahnya.

Dalam Tabligh Akbar yang bertemakan “Sejuta Cinta Untuk Muhammadiyah Hingga Dibawa Ke Malaysia” ini Sukadiono mengurai cinta tiga dimensi.

“Hasrat, orang yang sudah jatuh cinta akan bergairah, berhasrat, akan bersemangat, melakukan apa saja demi yang dicintainya. Dalam kecintaan kepada Muhammadiyah, maka bapak ibu akan berhasrat, bergairah mengembangkan Muhammadiyah di Malaysia ini.
Meskipun berjarak jauh dengan Muhammadiyah yang ada di Indonesia, tetapi karena dimensi hasrat, dimensi semangat, dimensi gairah mau mengembangkan Muhammadiyah dan Aisyiyah di Malaysia Bapak dan Ibu rela melakukannya.” Itulah dimensi pertama.

Adapun dimensi kedua adalah kedekatan/keintiman. Menurutnya, “Meskipun jauh, namun tetap dekat di hati. Meskipun di Malaysia tapi akan senantiasa dekat dengan Muhammadiyah dan Aisyiyah yang ada di Indonesia. Sehingga apa yang kita lakukan ini karena kedekatan kita dengan Muhammadiyah”.

Akhirnya, Sukadiono menjabarkan dimensi ketiga, komitmen. Apa saja yang menjadi aturan dari Muhammadiyah harus ditaati.
Komitmen mengurus Muhammadiyah dalam keadaan yang bugar, dokter Sukadiono menjelaskan perbedaan antara orang yang sehat dan bugar: “Orang sehat itu, bisa melaksanakan aktivitas dari pagi sampai maghrib, tetapi orang bugar itu, di samping melakukan aktivitas rutin dia juga bisa melakukan aktivitas lain yakni, berkomitmen mengurus Muhammadiyah”.

“Karena cinta kepada Muhammadiyah ini Bapak Ibu bergairah, berkomitmen menggerakkan roda dakwah Muhammadiyah di Malaysia ini. Dan karena cinta dan kedekatan kepada Muhammadiyah saya rela datang ke Malaysia menghadiri Tabligh Akbar ini”.

Acara tabligh Akbar juga di hadiri perwakilan dari KBRI Yossy Iskandar (fungsi Penerangan Sosial dan Budaya), Rektor Universitas Muhammadiyah Riau Prof. Dr. Saidul Amin, beberapa tokoh politik, dan perwakilan dari Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat NU Malaysia.

MPI PCIM Malaysia

Leave a comment